Puluhan Narapidana di Lapas Bangkinang Ikuti Pelatihan

oleh -

BERSERIPOS.COM, Kampar – Bekerjasama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Kampar, Lapas Bangkinang Lapas Kelas IIA Bangkinang kembali melaksanakan kegiatan Pelatihan Budidaya Ikan bagi puluhan warga binaan, Senin (9/8).

Pelatihan yang diberikan merupakan upaya dari Lapas untuk meningkatkan skill bagi narapidana agar dapat menjadi bekal setelah bebas menjalani masa hukumannya.

Satu orang instruktur yang telah berpengalaman dibidangnya dihadirkan guna memberikan materi dalam hal budidaya ikan kepada wargabinaan Lapas Bangkinang.

Sementara sebanyak 20 orang wargabinaan yang telah diseleksi berkesempatan menerima materi dari Instruktur Dinas Perikanan Kabupaten Kampar, Tarmizi Amin.

Dalam pelatihan yang dilaksanakan di Aula Lapas ini turut dihadiri oleh Kalapas Kelas IIA Bangkinang, Sutarno, Kasi Kegiatan Kerja, Ka. KPLP, Novindra, Kasubsi Bimker dan Pengelola Hasil Kerja dan Kasubsi Sarana Kerja serta Staf Bidang Kegiatan Kerja.

Kalapas Kelas IIA Bangkinang, Sutarno dalam sambutannya menyampaikan kepada peserta agar dapat mengikuti pelatihan dengan maksimal dan sebaik -baiknya, sebab pelatihan ini merupakan kesempatan bagi peserta untuk meningkatkan pengetahuannya dibidang budidaya perikanan.

“Harus semangat dalam menerima arahan dan bimbingan dari instruktur serta manfaatkan moment ini sebaik-baiknya, kemudian tanyakan bila tidak tahu ataupun kurang jelas,” papar Sutarno dalam arahannya.

Bagi peserta yang mengikuti, kata Dia, diharapkan agar dapat menerapkan ilmu yang diberikan dalam pelatihan ini, sehingga dapat menerapkan ketika sudah berada ditengah-tengah masyarakat.

“Harapannya kegiatan ini dapat menjadi modal bagi wargabinaan nanti setelah kembali kepada masyarakat, serta dapat mengembangkan kemampuan mereka khususnya dalam hal budidaya perikanan nantinya,” ujarnya.

Sutarno mengatakan, pelatihan ini diadakan selama dua hari, hal itu bertujuan agar narapidana tetap fokus dalam proses belajar.

“Selama dua hari kita laksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat,” bebernya.** (Yudha)

Comment