Data Kendaraan Dinas Belum Diterima, Ketua Pansus Angkat Bicara

oleh -
Ilustrasi Mobil Dinas (Internet)

BERSERIPOS.COM, Kampar – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Aset DPRD Kampar, Muhammad Ansar mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima data lengkap terkait Kendaraan dinas yang ada di Sekretariat Pemda Kampar.

Padahal pihaknya sudah menggelar pertemuan Pansus Aset bersama Pemda Kampar yang diwakili Asisten III sebulan yang lalu.

“Kita sudah berupaya untuk meminta data lengkap terkait 474 Kenderaan dinas yang ada di Sekretariat Pemda Kampar, namun hingga saat ini data itu belum kami terima,” kata Muhammad Ansar saat dikonfirmasi pewarta, Rabu 25 Agustus 2021.

Menurut Ansar, dari informasi yang ia terima ada sekitar 474 kendaraan Dinas yang ada yang sekretariat Pemda Kampar, namun data itu belum sampai ke pihak Pansus sehingga terkendala dalam proses penertiban.

Sebelumnya Panitia Khusus bersama pihak Pemda Kampar sudah sepakat dalam pembahasan yang digelar beberapa hari yang lalu terkait penertiban kendaraan dinas.

Penertiban aset ini direncanakan segera dimulai dari kendaraan yang sudah ada terlebih dahulu.

Ansar berpendapat apabila datanya sudah diserahkan pihaknya akan mengecek fisik kendaraan bersama – sama sesuai data yang sudah diterima.

“Dalam pembahasan kemarin kita sudah sepakat penertiban kenderaan ini akan kita mulai mana yang ada dulu, kalau memang roda empat yang ada itu didahulukan, mana yang ada datanya serahkan ke kita dan Senin nanti kita cek fisiknya bersama – sama, namun untuk mengecek kendaraan tersebut tentu harus punya data, itu yang belum kita dapat hingga saat ini gimana kita mau mencek,” jelasnya menegaskan.

Politisi partai PPP Kampar ini juga menyinggung terkait keberadaan 474 kendaraan Dinas itu yang ada dipinjamkan.

Kalau memang dipinjam pakai, kata Dia, tentunya sudah memiliki data yang lengkap dan ada serah terimanya.

“Kita akan menunggu data tersebut hingga besok pagi Kamis (26/8), jika tidak ada berarti Pemda Kampar tidak serius dalam menyelesaikan masalah penertiban aset,” cetusnya.** (Yudha)

Comment