RSUD Bangkinang Layani Lagi Pasien Jamkesda

oleh -

BERSERIPOS.COM, Kampar – Pasien pengguna kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Kabupaten Kampar kembali bisa dilayani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang.

Pembukaan pelayanan itu dilakukan setelah pihak DPRD Kabupaten Kampar dari Komisi II menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak RSUD Bangkinang beserta Dinas Kesehatan.

Dalam hearing itu seluruh pembahasan terkait Jamkesda dibahas satu persatu, termasuk tunggakan yang dimiliki Pemerintah.

Dikutip dari Riaukontras.com, Kepala Dinas Kesehatan Kampar, Rahmad mengungkapkan total keseluruhan tunggakan yang mesti dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Kampar.

Dari rincian yang dimaksud, diketahui Pemerintah Kabupaten Kampar memiliki tunggakan Jamkesda sebesar Rp 7,2 Miliar.

“Rincian itu berdasarkan dari tahun 2019 hingga 2021,” kata Rahmat dalam hearing yang dipimpin oleh Ketua Komisi 2 Zumrotun, Senin (6/9).

Rahmad mengatakan bahwa pihaknya sudah mencarikan solusi terkait Jamkesda ini.

Kata Dia, untuk membayarkan tunggakan pihaknya sudah mengusulkan kekurangan anggaran tersebut kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Kami telah mengusulkan kekurangan anggaran tersebut kepada TAPD Kampar untuk membayar tunggakan tersebut,” beber Rahmad.

Menanggapi hal itu, Asisten III Sekdakab Kampar, Syamsul Bahari yang juga turut hadir dalam Hearing itu mengungkap bahwa pihaknya tetap melakukan penganggaran untuk Jaminan Kesehatan Daerah.

Ia mengaku telah terjadi devisit sehingga mempengarui hal tersebut.

Berdasarkan Peraturan Kementerian Keuangan (PMK) tahun ini terjadi pemotongan anggaran yang berdampak terjadinya pemotongan anggaran setiap Dinas. Pemotongan anggaran untuk penanganan covid-19.

Menurut Syamsul, untuk biaya Jamkesda sudah dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan, namun ia tak menjamin berapa jumlahnya.

“Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2021 ini kita anggarkan untuk biaya Jamkesda, tetapi berapa jumlahnya saya belum bisa menjawabnya,” kata Dia.

Disisi lain, Sekretaris Komisi 2 DPRD Kampar Habiburahman mengatakan dalam persoalan ini harus ada niat baik untuk menyelesaikan.

Ia meminta agar pihak RSUD untuk membuka kembali pelayanan Jamkesda.

“Kita dari perwakilan rakyat meminta kepada RSUD untuk membuka kembali pelayanan Jamkesda, ini untuk kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Menurut Dia, persoalan kesehatan sangatlah prioritas ketimbang kegiatan pembangunan fisik.

“Lebih baik lunasi hutang daripada pembangunan fisik. Utamakan biaya Jamkesda,” tegasnya.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang, dr. Asmara Fitrah Abadi mengaku bahwa saat pihaknya telah melayani Pasien pengguna kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

“Udah,” tadi hearing, ada komitmen dari pihak terkait,” ujarnya saat dikonfirmasi berseripos.com.

Sebelumnya pihak RSUD Bangkinang disebut-sebut tidak lagi melayani Pasien pengguna kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Kebijakan itu diambil lantaran adanya tunggakan Pemerintah Kabupaten Kampar kepada Jamkesda yang belum dibayarkan.

Klaim tunggakan itu terhitung dari tahun 2019.

Diketahui tunggakan itu mencapai Miliaran Rupiah.

Pihak RSUD bangkinang sudah melayangkan surat ke Dinas Kesehatan yang ditembuskan ke Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto.

Tak sampai disitu, surat itu juga dilayangkan ke DPRD Kampar, Dinas Sosial hingga Inspektorat.

 

 

Sumber: Riaukontras.com

Editor: Yudha

Comment