Sengketa Lahan di Kampar Berujung Penganiayaan, Para Pelaku Ditangkap Polisi

oleh -

BERSERIPOS.COM, Kampar – Kepolisian Resor (Polres) Kampar berhasil mengungkap kasus penganiayaan disertai pembakaran mobil terkait sengketa lahan perkebunan sawit yang terjadi di wilayah Desa Sekijang Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar, Riau. Jumat (03/09/2021).

Setelah berhasil mengungkap kasus tersebut pihak Polres Kampar langsung menggelar Expos kasus pada Senin sore (06/09/2021) sekira pukul 16.00 wib.

Expos tersebut langsung dipimpin oleh Waka Polres Kampar KOMPOL Rachmad Muchamad Salihi SIK, MH, mewakili Kapolres Kampar.

Turut hadir juga Kasat Reskrim yang diwakili Kaur Bin Ops IPDA Ismadi dan Kasubbag Humas AKP Deni Yusra.

Dalam expos itu para tersangka dihadirkan oleh pihak Kepolisan.

Mereka berjumlah 6 orang. Yakni SS alias UDIN (30) warga Desa Tanjung Sawit Kec. Tapung, MS alias MAN (39) warga Desa Karya Indah Kec. Tapung, SB alias SR (54) warga Desa Sukaramai Kec. Tapung Hulu, AH alias ARI (31) warga Desa Bukit Kemuning Tapung Hulu, HA alias AB (45) warga Desa Tanjung Sawit Kec. Tapung dan AR alias ARIS (34) Warga Desa Sukaramai Kec. Tapung Hulu.

Sejumlah barang bukti dalam kasus itu adalah 1 Unit mobil Daihatsu Taft Nopol BM-1601-AI yang dibakar oleh tersangka, 3 bilah parang yang digunakan saat kejadian dan 6 unit Hp yang digunakan para tersangka serta sejumlah barang bukti lainnya.

Waka Polres Kampar KOMPOL Rachmad Muchamad Salihi SIK mengungkapkan kronologi kejadian tersebut.

Ia mengatakan kejadian itu berawal pada hari Jumat (03/09/2021) sekira pukul 13.30 Wib, saat itu para pelaku dan kelompoknya mendatangi lokasi perkebunan sawit milik Makmur Surbakti di wilayah Desa Sekijang Kecamatan Tapung Hilir.

“Tujuannya adalah untuk mengusir para pekerja disana, karena kelompok ini merasa memiliki lahan kebun kelapa sawit yang dimaksud,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima berseripos.com, Senin (6/9).

Kata Rachmad, saat melakukan pengusiran para pelaku menggunakan tindak kekerasan melalui pengancaman dengan senjata tajam dan beberapa peralatan lainnya, hingga berujung dengan tindak penganiayaan terhadap korban hingga 1 orang mengalami luka berat dan saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit. Selain itu para pelaku juga membakar 1 unit mobil Taft milik pekerja kebun.

“Menanggapi hal itu pihak Kepolisian dari Polsek Tapung Hulu dibackup Satreskrim Polres Kampar melakukan penangkapan terhadap 6 pelaku, serta menyita sejumlah barang bukti terkait kejadian itu,” jelasnya.

Rachmad juga mengatakan para pelaku akan diterapkan Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang penggunaan senjata tajam serta pasal 170 dan pasal 160 KUHP.

Dalam kesempatan itu, ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menggunakan cara cara yang dianggap melanggar hukum jika menyelesaikan suatu masalah.

Menurutnya, penyelesaian suatu masalah bisa diselesaikan dengan cara persuasif ataupun dengan cara menempuh jalur hukum sesuai undang-undang yang berlaku.**

Comment