Khawatir Bangunan Sekolah Runtuh, Kepsek di Kampar Minta Perhatian Pemerintah

oleh -

BERSERIPOS.COM – Sekitar 478 siswa di Sekolah Dasar (SD) N 016 Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu, Kampar Riau terancam keselamatannya, pasalnya disetiap sisi bangunan sekolah terdapat tebing yang memiliki kedalaman sedalam 5 Meter, tentunya dikhawatirkan bangunan akan Runtuh.

Kepala Sekolah SDN 016 Tanah Merah, Erfa Yenni,M.Pd mengatakan bahwa dirinya sangat khawatir dengan kondisi tersebut.

Menurutnya, melihat kondisi itu tentunya membuat proses belajar dan mengajar terkesan tidak nyaman, hal itu disebabkan karena disetiap sisi ruangan ada tebing yang dapat membahayakan siswa maupun guru-guru yang berada disekolah.

Ia pun berharap agar pihak terkait dapat mencarikan solusi agar bangunan sekolah SDN 016 agar tidak menjadi momok yang menakutkan bagi anak-anak yang sedang menuntut ilmu.

“Kami pihak sekolah mengharapkan perhatian khusus dari pemerintah baik itu pemerintah Kabupaten Kampar maupun Provinsi Riau, dimana disetiap bangunan sisi sekolah ini terdapat tebing yang memiliki kedalaman sedalam 5 Meter yang dapat mengancam keselamatan anak didik kami,” kata Erfa Yenni saat dikonfirmasi pewarta, Sabtu (18/9).

Erfa mengatakan, kondisi bagunan sekolah yang memprihatinkan itu sudah lama terjadi sebelum ia mejabat sebagai Kepala Sekolah dari tahun 2016 hingga sekarang.

Melihat kondisi tersebut, dirinya berharap agar pihak-pihak terkait dapat memperhatikan keselamatan peserta didik di SDN 016 Tanah Merah.

Selain dikawatirkan bangunan runtuh, ia menilai bahwa kondisi tebing juga sangat membahayakan bagi para pelajar, sebab pada tahun 2020 salah seorang siswa pernah jatuh kedalam tebing yang diperkirakan kedalamannya sekitar 5 Meter itu.

“Ini demi keselamatan anak didik di sekolah, sebab guru dan orang tua merasa cemas terutama disaat jam istirahat dan jam pulang, khususnya anak didik kelas 1 sampai kelas 3,” bebernya.

Erfa juga mengakui dalam mengawasi seluruh siswa dan siswi pihaknya tidak dapat menerapkan secara menyeluruh, sebab jumlah keseluruhan cukup besar, lebih kurang sekitar 478 pelajar.

“Seluruh murid gak bisa diawasi. Pada tahun 2020 kemarin ada salah seorang murid Kelas 2 jatuh kebawah tebing yang tidak jauh dari sisi bangunan. Peristiwa itu terjadi pada saat jam pulang sekolah, namun kondisi anak itu dapat diselamatkan. Peristiwa itu juga sempat kami laporkan ke pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar yang berada di Kec Siak Hulu ini,” bebernya menjelaskan.

Dari pantauan pewarta di lokasi, tampak dibeberapa sisi bangunan berdekatan dengan tebing, di kawatirkan bangunan itu akan runtuh ketika musim penghujan tiba.

Sejumlah awak media juga sempat mengambil dokumentasi di lingkungan sekolah.

“Kami berharap kepada pemerintah agar dapat membangun turap pada tebing yang ada di sekeliling bangunan sekolah ini, serta dapat memberikan bantuan untuk 3 ruang belas atau kelas anak yang kondisi sangat memprihatinkan, sebab Dana BOS terbatas. ini demi keselamatan dan kenyamanan siswa siswi di sekolah” ujar Erfa sembari menunjukkan kondisi bangunan.**

Penulis: Ismail

 

 

Comment