Kuasa Hukum Bacakan Pledoi Terdakwa Hermayalis, Hakim Lanjutkan Sidang ke Agenda Replik

oleh -

BERSERIPOS.COM – Majelis hakim Pengadilan Negeri Bangkinang memutuskan untuk melanjutkan persidangan dengan agenda replik atau tanggapan jaksa penuntut umum (JPU) atas nota pembelaan (Pledoi) Hermayalis atas dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Jaksa Penuntut umum dalam sidang menyatakan sudah siap dengan tanggapan atas Pledoi yang sudah dibacakan Hermayalis sebagai terdakwa melalui penasehat hukumnya.

Majelis hakim juga sempat menanyakan kesiapan JPU atas pledoi yang sudah dibacakan itu.

“Bagaimana sikap dari (jaksa) penuntut umum terhadap pleidoi yang dibacakan panesat hukum terdakwa?” tanya hakim pada Jaksa di ruang sidang,” Selasa (21/9).

Mendengar pertanyaan hakim lantas Jaksa mengambil sikap untuk menyiapkan replik secara tertulis sesuai waktu yang telah diberikan.

“Terhadap pledoi dalam kasus KDRT ini, kami sudah mempersiapkan diri untuk menanggapi, mengajukan replik secara tertulis,” jawab Jaksa Penuntut Umum.

Dalam sidang yang digelar itu turut menghadirkan Terdakwa Hermayalis yang didampingi oleh sejumlah penasehat hukumnya.

Terpisah, Jaksa Penuntut Umum, Satrio Aji Wibowo, mengungkapkan bahwa dirinya sudah mendengar pledoi yang dibacakan pada sidang tadi. Dengan begitu pihaknya akan menyusun tanggapan dengan semaksimal mungkin sesuai dengan waktu yang sudah diberikan oleh majelis hakim.

“Majelis hakim memberikan kita waktu satu minggu untuk menyusun tanggapan atas peledoi yang disampaikan Panesehat Hukum terdakwa, ini harus kita maksimalkan untuk menyusunnya,” ujarnya usai sidang.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang telah menggelar sidang tuntutan dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan terdakwa Hermayalis, Selasa, (14/9).

Hermayalis sendiri merupakan Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Iyo Basamo Desa Tarantang, Kecamatan Tambang, Kampar, Riau.

Pada sidang yang digelar secara virtual itu, JPU menuntut Hermayalis dengan hukuman Satu tahun enam bulan penjara terkait kasus KDRT.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Hermayalis alias Her dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan,” kata Jaksa Penuntut Umum, Satrio Aji Wibowo dalam persidangan yang diketuai oleh Majelis Hakim, Ferdi.

Hukuman itu dikurangi selama terdakwa dalam tahanan sementara dengan perintah terdakwa tetap ditahan.

Jaksa menilai Hermayalis telah bersalah melakukan tindak pidana kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana didakwaan dalam dakwaan tunggal.

Jaksa juga meyakini Hermayalis telah melanggar pasal 44 ayat 1 undang undang no 23 tahun 2004 tentang pengapusan kekerasan dalam rumah tangga.

Dalam sidang itu JPU membeberkan sejumlah bukti hasil pemeriksaan berdasarkan surat Visum et Repertum pada seorang korban perempuan berusia (38) tahun. Dalam pemeriksaan fisik tampak kemerahan leher disebelah kanan kiri.

Selain itu, Jaksa juga menguraikan fakta fakta yang terungkap dalam pemeriksaan persidangan.

“Sebelum kami sampai pada tuntutan pidana mengemukakan hal yang menjadi pertimbangan dalam tuntutan pidana yaitu hal hal yang memberatkan bahwa perbuatan terdakwa telah mengakibatkan saksi/korban mengalami luka, terdakwa sudah pernah dihukum, dan terdakwa tidak mengakui perbuatannya. Sementara hal yang meringankan terdakwa berlaku sopan dalam persidangan,” ujar Aji dalam sidang tuntutan.**

(Yudha)

Comment