Amerika Serikat Akan Berikan Tambahan Vaksin Covid 19 Kepada Indonesia

oleh -
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, saat menghadiri press briefing yang digelar secara virtual pada Kamis (23/7/2020) oleh Kementerian Luar Negeri RI. (Photo credit: Kementerian Luar Negeri RI).

BERSERIPOS.COM – Menteri Luar Negeri (MenluRetno Marsudi mengatakan Amerika Serikat (AS) akan memberikan lagi tambahan vaksin Covid 19 kepada Indonesia sebesar kurang lebih 800.000 dosis. Pemberian itu akan dilaksanakan melalui Covax Facility.

Hal itu disampaikan Retno Marsudi usai menghadiri Sidang Majelis Umum PBB ke-76 di New York, Amerika Serikat. Di sana Menlu Retno melakukan pertemuan dengan US Under Secretary for Political Affairs, Ambassador Victoria Nulan.

Retno melakukan pembahasan isu di 18 pertemuan bilateral yang dilakukan dalam dua hari terakhir ini.

“Jadi sekali lagi, ada komitmen baru menambah vaksin 800.000 dosis melalui Covax Facility dan dalam waktu dekat akan tiba di Indonesia. Sementara sebelumnya Indonesia sudah menerima dari Amerika 12.665.060 dosis vaksin,” kata Retno dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/9/2021).

Dalam pertemuan itu Retno juga menyampaikan apresiasi kepada Amerika atas dukungan tersebut.

“Dan di dalam berbagai kesempatan saya juga menyampaikan apresiasi kita atas dukungan dose-sharing dari Belanda, Jepang, dan Prancis,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Retno menyampaikan situasi Covid-19 di Indonesia yang sudah semakin membaik karena berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah, baik berupa percepatan vaksinasi maupun aturan- aturan yang lainnya terkait dengan protokol kesehatan.

Retno juga menyampaikan positivity rate di Indonesia saat ini rata-rata di bawah 2 persen, di bawah standar WHO sebesar 5 persen. Pada puncaknya, positivity rate di Indonesia sempat mencapai titik 31 persen.

Dia pun meminta kepada beberapa negara yang masih menerapkan redlist terhadap Indonesia, dia meminta agar situasi di Tanah Air saat ini dapat dipertimbangkan untuk mengubah status redlist tersebut.

“Satu contoh, Prancis sudah mengeluarkan Indonesia dari redlist,” ujarnya.

Selain itu, Retno juga bicara mengenai pandemi, keprihatinan terhadap ketimpangan, diskriminasi dan politisasi serta kesepakatan untuk mempersempit ketimpangan vaksin dan menghentikan diskriminasi serta politisasi vaksin.

Pada kesempatan itu, Retno juga membahas terkait penguatan tata kelola kesehatan global sehingga mampu mengantisipasi potensi pandemi di masa yang akan datang.**

 

 

 

 

 

Inews.id

Comment