Polisi Grebek Tempat Pijat Gay di Solo, 6 Orang Diamankan

oleh -

BERSERIPOS.COM – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah menggerebek tempat pijat plus khusus laki-laki di rumah kos Jalan Pamugaran Utama Nomor 31 Nusukan, Banjarsari, Solo pada Senin 26 September 2021 sore.

Dalam penggerebekan, petugas tim gabungan mengamankan enam orang terapis (tukang pijat) yang ternyata pasangan sesama jenis alias gay.

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, sejumlah obat perangsang, beberapa alat kontrasepsi jenis kondom, minyak zaitun dan uang senilai Rp300.000. Kasus dugaan perdagangan orang dan atau memudahkan perbuatan cabul sebagai mata pencaharian ini dalam penyidikan dan polisi sudah menetapkan pengelola tempat pijat plus itu, berinisial DY (47) warga Perum Samirukun RT 08 RW 04 Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar sebagai tersangka.

Informasi yang dihimpun, Senin 27 September 2021 menyebutkan, saat penggerebekan panti pijat yang dikelola oleh tersangka, polisi mendapati praktik pijat yang dilakukan terapis laki-laki berinisial H terhadap tamu laki-laki. Saat dimintai keterangan, H menyebutkan layanan pijat yang diberikan kepada pelanggan antara lain pijat tradisional dan melayani pijat plus.

Direskrimum Polda Jateng Kombes Pol Djuhandhani Raharjo Puro mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, enam orang laki-laki yang diamankan merupakan pasangan sesama jenis. Diketahui, menjalin hubungan sesama jenis selama sekitar lima tahun.

“Enam orang ini, diketahui sering berhubungan seksual di kamar itu,” kata Djuhandhani, Senin (27/9/2021).

Dia menjelaskan, tersangka DY dalam menjalankan praktik pijat plus khusus laki-laki dengan memanfaatkan media sosial untuk menjaring pelanggan. Tersangka menawarkan pijat plus melalui media sosial dengan tarif antara Rp250.000 hingga Rp350.000.

“Praktik pijat plus khusus laki-laki ini sudah berjalan selama lima tahun,” terangnya.

Perbuatan tersangka melanggar Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Tersangka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes M Iqbal Alqudusy mengatakan, penyidik masih mendalami apakah ada kemungkinan keterlibatan komunitas homoseksual dengan praktik pijat gay di Solo.

“Kita masih mempertajam penyelidikan. Saat ini sedang diproses,” ujar Iqbal.**

 

 

 

 

 

 

Okezone.com

Comment