Kementerian BUMN Akan Bubarkan Dua Perusahaan Pelat Merah, 5 Lainnya Segera Menyusul

oleh -
Merpati Nusantara Airlines. (Foto: Facebook/@Merpati Nusantara Airlines)

BERSERIPOS.COM – Kementerian BUMN akan mempercepat pembubaran PT Industri Gelas (Iglas) dan PT Kertas Kraft Aceh. Perusahaan-perusahaan pelat merah tersebut merupakan dua di antara tujuh BUMN yang akan dibubarkan dalam waktu dekat.

“Untuk pembubaran BUMN terdekat yang mau dikejar adalah Iglas dan Kertas Kraft Aceh yang sudah lama berhenti beroperasi,” ucap Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, Selasa (5/10/2021).

Terkait Iglas, Arya menyatakan, Kementerian BUMN telah melakukan pembayaran kepada para karyawan. “Jadi karyawan sudah dibayar oleh kita. Pesangon-pesangon mereka juga sudah dibayar,” terang Arya.

Menurut dia, pembubaran Iglas bisa dilakukan melalui beberapa mekanisme di antaranya RUPS dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Yang jelas, akan diamati dulu situasinya.

Demikian pula dengan pembubaran Kertas Kraft Aceh yang akan terus dikejar. Berhentinya operasi perusahaan tersebut dikarenakan bahan bakunya sudah dimoratorium sehingga Kertas Kraft sudah tidak memiliki bahan baku untuk memproduksi kertas.

“Itulah yang membuat Kertas Kraft Aceh susah beroperasi karena tidak layak dan bahan bakunya tidak ada,” jelas Arya

Jika Kertas mempunyai utang seperti Iglas, maka mekanisme pembubarannya juga bisa melalui PKPU. Bahkan, kalau aset-aset perseroan masih cukup untuk membayar, maka bisa dilakukan RUPS.

Selain dua perusahaan tersebut, Kementerian BUMN juga akan membubarkan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Istaka Karya (Persero), PT Industri Sandang Nusantara (Persero), PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero) (PAN), dan PT Kertas Leces (Persero).

Untuk Merpati, Kementerian BUMN sudah melakukan pembayaran gaji karyawan. Saat ini, Merpati sudah tidak memiliki izin terbang. Sementara menyangkut urusan lainnya, akan dibawa ke kepailitan. Dengan demikian, pihaknya akan menunggu putusan pengadilan.

“Jadi kewajiban Merpati akan kita penuhi sesuai putusan pengadilan,” ucap Arya.

Tidak berhenti di situ, Kementerian BUMN juga bakal membubarkan PT PAN lantaran perusahaan yang semula bisnis utamanya fokus pada pembiayaan kapal dan pesawat terbang ini, sekarang sudah bergeser. Sama seperti Merpati, PAN juga akan mengalami kepailitan.

Untuk Istaka Karya, keuangan perusahaan tersebut sudah sangat berat. Bahkan, dibandingkan asetnya, utang Istaka lebih tinggi sehingga setelah dihitung, mustahil untuk kembali mengoperasikan perusahaan tersebut.

“Yang ada nanti utang-utang. Akhirnya terbelit dan ini berbahaya bagi BUMN. Karyawannya juga kita akan beri ruang untuk masuk ke perusahaan karya. Sekitar dua sampai tiga perusahaan karya sudah siap menampung. Jadi karyawan Istaka Karya kita kasih peluang untuk tetap bekerja di core kekaryaan. Jadi secepatnya akan kita likuidasi,” imbuhnya.

Adapun Industri Sandang Nusantara, saat ini bisnis tekstil sedang tidak bagus. Ditambah, perusahaan tersebut memiliki bisnis namun tidak berhubungan dengan tekstil. Sebaliknya, Sandang Nusantara justru bergerak dalam penyewaan tanah yang jelas tidak menunjukkan core bisnisnya.

“Ini akan kita likuidasi dengan cara mungkin RUPS atau lewat kepailitan. Kenapa baru sekarang? Karena kita mau bikin kepastian semua. Karena selama bertahun-tahun nggak ada kepastian dan nggak ada langkah konkret yang dibuat sehingga memberikan kepastian kepada perusahaan-perusahaan ini untuk dibubarkan,” tutupnya.**

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Investor Daily/Beritasatu.com

Comment