Cabuli Anak 9 Tahun Berulang Kali, Kakek di Kampar Ditangkap Polisi

oleh -
Ilustrasi (Internet)

BERSERIPOS.COM – Seorang Kakek Warga Desa Rantau Kasih, Kecamatan Kampar Kiri Hilir diamankan oleh pihak Kepolisian.

Kakek berusia 69 tahun itu diduga melakukan perbuatan asusila terhadap anak dibawah umur.

Diketahui kakek tersebut berinisial MA alias KK. Dia ditangkap aparat Kepolisian saat berada dikebun di wilayah Desa Rantau Kasih Kecamatan Kampar Kiri Hilir pada Kamis pagi, (7/10).

Kapolsek Kampar Kiri Hilir AKP Asdisyah Mursid, mengungkapkan bahwa penangkapan MA ini atas laporan dari ibu kandung korban, EP.

EP melaporkan ke pihak berwajib lantaran anaknya yang masih berumur 9 tahun telah dicabuli oleh MA.

“Orang tua korban yang melaporkan tindakan asusila itu,” ujar Kapolsek dalam keterangan tertulis yang diterima berseripos.com, Kamis malam 7 Oktober 2021.

Kata Dia, Awalnya ibu korban melapor ke Polres Kampar, namun pihak Polres menyarankan agar laporan itu ditujukan ke Polsek Kampar Kiri Hilir lantaran peristiwa itu terjadi di wilayah tersebut.

“Karena locus delicty atau tempat kejadian perkaranya di wilayah hukum Polsek Kampar Kiri Hilir, maka perkara ini kemudian dilimpahkan ke Polsek Kampar Kiri Hilir,” beber mantan Kasat Narkoba Polres Kampar itu.

Asdisyah mengakui bahwa berdasarkan hasil penyelidikan pihaknya diketahui bahwa MA alias KK telah berulang kali mencabuli korban.

Akibat perbuatannya itu, korban mengalami trauma jika melihat pelaku.

Untuk menangkap pelaku, pihaknya telah melakukan serangkaian penyelidikan untuk mencari bukti permulaan yang cukup.

“Pelaku ditangkap Pada Kamis pagi (7/10/) sekira pukul 08.00 wib, Tim berhasil menangkap tersangka MA alias KK tanpa perlawanan, saat pelaku berada di ladang miliknya yang berlokasi di KM 72 Desa Rantau Kasih,” beber Asdisyah.

Saat diinterogasi, kata Kapolsek, tersangka mengakui segala perbuatannya.

“Pelaku kini telah diamankan di Polsek Kampar Kiri Hilir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Dia akan dijerat dengan pasal 81 ayat (1) junto pasal 82 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang RI Nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang” kata Asdisyah memungkasi.**

Comment