Bidang Datun Kejaksaan Kawal Sejumlah Proyek di Kampar Riau, Temukan Ada Pengerjaan yang Minus

oleh -

BERSERIPOS.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar meminta pihak Kejaksaan bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN) untuk melakukan pendampingan terhadap pembangunan Pukesmas dan Laboratorium di sejumlah wilayah di Kampar.

“Kita dimintakan oleh pihak Dinkes Kampar untuk mendampingi pembangunan Tiga Puskesmas dan Dua Lab untuk penyimpanan obat obatan,” ujar Kajari Kampar, Arif Budiman melalui Kasi Datun, Gugi Dolansyah, pada berseripos.com, Rabu malam (13/10).

Menurutnya pendampingan yang diminta oleh Dinkes bisa saja dilakukan. Hal itu berguna agar proses pembangunan sesuai dengan aturan hingga selesai.

“Intinya pendampingan itu ada sifatnya legal opinion dan legal assistance. Nah tujuannya biar lancar dari segi aturan, progres serta finishing,” beber Datun.

Gugi mengaku pihaknya sudah melakukan rapat dengan pihak Dinas Kesehatan, dengan begitu ia dapat menilai langsung sampai sejauh mana perkembangan seluruh pembangunan.

Dalam rapat itu, Kata Dia, seluruh progres kinerja dipaparkan secara gamblang, baik itu pembangunan Puskesmas dan Labolatorium penyimpanan obat obatan.

“Rapat sudah dua kali kita lakukan. Kita juga minta secara bertahap progres laporan kinerja mereka, data serta kondisi fisik yang lagi dibangun,” sebut Gugi.

Dia juga mengaku bahwa sebelum berjalannya proses pembanguan pihak Dinkes meminta pihaknya untuk melakukan pendampingan hingga selesai.

“Pada rapat perdana pembangunan belum jalan, hanya rapat rencana kegiatan saja, sedangkan pada rapat kedua membahas tentang progres rencana mereka,” katanya.

Gugi mengakui pada rapat yang digelar tadi, Kamis (14/10). ada hal yang perlu dievaluasi dari pengerjaan tersebut.

Kata Dia, dari progres pengerjaan yang dipaparan itu terlihat ada yang dimesti dievaluasi. Tak hanya itu, segala kendala juga tak luput dari pembahasan, baik itu dari segi aturan, material, hingga faktor cuaca.

“Intinya biar kegiatan itu lancar dan tidak ada terkendala sampai finishing,” beber Gugi.

Pihaknya juga menyebut dalam proses pembanguan tersebut ada sejumlah persoalan yang mesti diselesaikan, hanya saja hal itu sudah dirapatkan secara bersama.

“Kalau ada masalah di internal PT, kita minta untuk selesaikan secara internal PT, soalnya ini masih dalam proses pengerjaan,” ungkap Gugi.

Gugi menyebut dalam progres pembangunan itu ada pengerjaan yang melebihi terget dan ada juga yang minus, hanya saja hal itu bisa ditolerir.

“Misalnya ni ada targelnya 30% rupaya yang dikerjakan sudah 40%, ada juga yang minus 1% atau 3% itu masih kita tolerir juga, mengingat kondisi yang dibangun itu mungkin gudang obat obatan yang tidak boleh terbuka. Jadi memang kehati hatiannya harus diutamakan, namun itu masih dalam tahap pengerjaan dan masih ada jangka waktu,” ujar Gugi

Selain itu, sambung Gugi, pihaknya juga sempat mempertanyakan proges pembangunan yang minus di daerah Kuntu. Kendala kendala juga ia pertanyakan secara detail.

“Alasan mereka kondisi jarak, material, hingga tenaga yang kurang. Disitu kita usulkan kalau kedalanya dalam segi pengelolaan PT mereka, kita harap PT mengambil sikap dulu. Kalau itu terserah PTnya apakah diganti kontraktornya yang penting masih naungan PT yang sama dan mereka menyanggupi untuk mengejar ketertinggalan yang sudah lewat jangka waktunya,” jelasnya.

“Intinya pendampingan ini dilakukan agar tidak terbentur secara aturan dan pengelolaannya tepat sasaran,” ujar Gugi memungkasi.** (Yudha)

Comment