Pada Tahap II Eks Kades Mentulik Sempat Mengakui Perbuatannya, Kini JPU Hadirkan Camat Sebagai Saksi Dalam Sidang

oleh -
Ilustrasi sidang.

BERSERIPOS.COM  – Sidang lanjutan dalam perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang menjerat mantan Kepala Desa Mentulik, Afrizal Zein Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kampar Riau kembali digelar, Senin (18/10).

Sidang yang digelar secara virtual itu menyeret sejumlah nama yang dihadirkan sebagai saksi, termasuk Camat Kampar Kiri Hilir, Salman Jamaluddin.

Selain Camat, dua nama yang duduk memberikan keterangan didepan ketua Majelis Hakim adalah Dasiran, Pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, serta Sekretaris Verifikator Kecamatan Arina Wati.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Zulfadly S.H.,M.H, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kampar menjadwalkan 4 saksi yang mesti dihadirkan, namun satu orang yang berhalangan hadir.

Sejumlah saksi yang dihadirkan dimintai keterangan satu persatu oleh hakim terkait sejauh mana fungsi mereka dalam dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 yang menjerat mantan Kades Mentulik, Afrizal Zein.

Aprizal Zein merupakan mantan Kepala Desa Mentulik yang diduga telah melakukan penyimpangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Mentulik Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp1,1 miliar lebih.

Penanganan perkara dia dilakukan oleh penyidik Polres Kampar.

Pada tanggal Senin (26/7) yang lalu berkas perkaranya dinyatakan lengkap dan dilimpahan ke Jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Kampar.

Afrizal Zein ditahan dan dititipkan ke sel tahanan Mapolres Kampar usai penyidik menyerahkan berkas perkaranya.

Pada tahap II silam, Aprizal Zein cukup koperatif memberikan keterangan pada Jaksa. Dia mengakui perbuatannya dalam pencairan dana yang diduga menyalahi aturan yang tertuang pada petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) yang ada di Desa Mentulik.

Dari pengakuannya, Afrizal Zein diduga mengelabui sejumlah adminitrasi dalam beberapa hal, yakni pembelian ambulan, pembayaran gaji pegawai, pembelian pakaian apartur desa dan lain sebagainya.

“Anggaran itu dicairkan dengan cara membuatkan adminitrasi untuk pembelian ambulan, gaji pegawai, pakaian desa dan lainnya,” sebut Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Kampar, Gugi Dolansyah Kala itu.

Dalam modusnya, Afirzal Zein mencairkan secara tunai. Selanjutnya uang tersebut dikelola dan dibelanjakan olehnya. Akan tetapi peruntukannya tidak sesuai sebagaimana mestinya yang tertuang dalam juknis dan juklak di Desa Mentulik.

Perkara Mantan Kades Mentulik itu juga sudah menjalani sidang beberapa kali.

Sebelumnya JPU juga sudah menghadirkan 16 orang saksi untuk memberikan keterangan di muka persidangan.** (YD)

Comment