Sulaeman, Sekretaris Panitia Pengadaan yang Diperiksa Terkait Dugaan Tipikor Alkes Dinkes Kampar

oleh -

BERSERIPOS.COM – Nama Sulaeman menjadi sorotan pihak Kejaksaan Negeri Kampar. Dia diperiksa kapasitasnya sebagai panitia Pelaksana Alat Kesehatan (Alkes) Kedokteran di Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar tahun anggaran 2013 yang lalu.

Ia diperiksa pihak Kejaksaan pada Kamis (11/11).

Dari informasi, Sulaeman merupakan sekretaris panitia pengadaan panitia Alkes Kedokteran di Dinas Kesehatan pada tahun anggaran 2013.

Sulaeman kini mejabat sebagai salahsatu Kasi di RSUD Bangkinang.

Namanya mencuat dikalangan wartawan usai dirinya diperiksa oleh pihak Penyidik Kejaksaan Negeri Kampar.

Kala itu, ia diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Surya Ramadhani Harahap,SH.

Ia diperiksa selama berjam-jam.

Usai dirinya diperiksa, Sulaeman tampak alergi dengan sejumlah wartawan.

Dirinya dengan sengaja memblokir sejumlah nomor wartawan yang ingin mengkonfirmasi terkait dengan dugaan temuan pihak Kejaksaan itu.

Sulaeman merupakan oknum pejabat yang tidak koperatif menjawab pertanyaan yang lontarkan oleh wartawan.

Dari video yang beredar, Sulaeman tampak terburu buru meninggalkan gedung Adhyaksa usai dirinya diperiksa.

Ia tampak mengenakan baju koko bewarna dongker dan membawa berkas keluar dari ruangan penyidik.

Ia juga tampak melambaikan tangan ketika wartawan ingin mengkonfirmasi perihal kedatangannya di Kantor Kejaksaan Negeri Kampar.

Sulaeman tampak bergegas ke halaman parkir menuju mobil.

“Benar, kita telah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap yang bersangkutan seputar dugaan pengadaan alat kesehatan/kedokteran pada Dinas kesehatan tahun anggaran 2013,” ujar penyidik Kejari Kampar, Surya Ramadhani Harahap.SH, Kamis (11/11) silam.

Menurut Surya, kedatangan yang bersangkutan ke Kantor Kejaksaan berkaitan dengan kapasitasnya sebagai Sekretaris panitia pengadaan dalam kegiatan tersebut.

Sebelumnya, tim penyidik Kejari Kampar juga telah melakukan serangkaian pemeriksaan pada sejumlah pejabat aktif dan mantan pejabat, hingga mengarah pada nama Sulaeman.

Mereka diperiksa untuk mengungkap kasus dugaan tipikor pengadaaan Alkes di Dinkes Kampar.

Sebagai informasi, pihak Kejari Kampar juga telah melakukan serangkaian pemeriksaan terkait dugaan Alkes di RSUD Bangkinang.

Tak tanggung tanggung, pihak penyidik Pidsus Kejari Kampar barangkat keluar daerah untuk memeriksa pihak terkait agar dapat mengumpulkan sejumlah keterangan penting untuk menyempurnakan hasil penyelidikan.

Sang pimpinan Kejari Kampar, Arif Budiman langsung turun tangan menangani dugaan korupsi itu.

Ia terbang bersama dua stafnya yang dipercaya mampu membongkar siapa dalang balik dugaan korupsi yang bernilai fantastis itu.

Dua stafnya itu yakni, Kasi Intel, Silfanus Rotua Simanullang dan Kasi Pidsus, Rahmanto Sayekti.

Dua Jaksa senior itu mendampingi Kajari Kampar berangkat ke Kepulauan Riau untuk menggelar serangkaian pemeriksaan lanjutan.

Pada Rabu, (10/11), tim penyidik langsung melakukan pemeriksaan terhadap pemilik perusahaan PT Bina Karya Sarana, Suhadi.

Suhadi diperiksa di Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Tanjung Pinang selama dua Jam.

Dia diperiksa berkaitan dengan status perusahaannya sebagai pemenang tender.

“Ada 26 pertanyaan kita ajukan kepada Suhadi, semuanya berjalan dengan lancar,” ujar Kasi Intel Rotua Simanullang.

Tak sampai disitu, waktu yang panjang membuat tim penyidik terpaksa harus bermalam di kota Batam.

Arif Budiman bersama dua stafnya mengagendakan pemeriksaan di keesokan harinya.

Kali ini tim melakukan pemeriksaan pada Eru Rahmadani.

Eru Rahmadani merupakan Direktur PT Bina Karya Sarana. Ia diyakini berpengaruh pada perusahaan tersebut.

Eru diperiksa di Kantor Kejaksaan Negeri Batam.

Kantor Kejaksaan Negeri Batam menjadi sejarah baru bahwa Eru pernah berhadapan dengan para Jaksa senior.

Dari dokumentasi yang beredar, Eru tampak santai ketika tim penyidik memperlihatkan dokumen sebagai bahan untuk melontarkan sejumlah pertanyaan.

Sebelumnya pihak Kejari Kampar juga sudah mengagendakan pemeriksaan terhadap Komisaris PT Bina Karya Sarana, Firdaus.

Firdaus juga masuk dalam daftar bidikan pihak Kejaksaan untuk diperiksa. Sayangnya yang bersangkutan berhalangan hadir tanpa alasan yang jelas.

Dengan begitu Tim menjadwalkan kembali untuk memanggil Firdaus.

“Awalnya kita sudah melayangkan surat pemanggilan terhadap Komisarisnya, namun tidak hadir. Kita akan lakukan lagi pemanggilan yang ke dua, selain itu ada juga yang kita panggil lagi besok. Jadi ada Dua orang,” kata Kajari Kampar, Arif Budiman dalam WhatsApp pribadinya.

Dari serangkaian pemeriksaan itu, hingga kini pihak Kejaksaan belum nenetapkan status sebagai tersangka.

Pemeriksaan pemeriksaan dengan teliti dilakukan sesuai dengan profesionalitas.

Diketahui, sebelumnya pihak Kejaksaan Negeri Kampar telah memeriksa dua pejabat Itjen Kemenkes di Gedung Bundar Kejaksaan Agung.

Dua saksi dari Itjen Kemenkes itu langsung diperiksa oleh Kajari Kampar, Arif Budiman bersama oleh Kasi Pidsus, Amri Sayekti Rahmanto.

Mereka sengaja terbang ke Jakarta Selatan untuk menjadwalkan pemeriksaan khusus pada dua orang yang diyakini berstatus sebagai saksi itu.

Dalam perkara ini pihaknya juga sudah melakukan gelar perkara pada tahap hasil penyelidikan, hingga ditetapkan naik ke tahap penyidikan pada tanggal 8 September 2021 yang lalu.

Kajari menyakini pada perkara yang tengah ditangani itu pihaknya melakukan tahapan demi tahapan.

Proses yang cukup panjang itu menyimpulkan perkara tersebut dapat dilanjutkan ke tingkat berikutnya.

“Kita sudah melakukan gelar perkara baik itu penyelidikan hingga ekspos dengan pimpinan, semua prosedur sudah dilalui untuk menyimpulkan apakah perkara ini layak naik ketahap berikutnya,” kata Kasi Intel Silfanus kala Itu.

Silfanus juga mengakui bahwa sejumlah pihak sudah dimintai keterangan seputar perkara itu.

Dari sejumlah keterangan itulah pihaknya menyatakan tahap penyidikan dapat dilakukan.

“Kita juga sudah melakukan pemeriksaan pada pejabat pengadaan, panitia penerima hasil pekerjaan, PPK dan pihak – pihak yang berkaitan langsung dengan kegiatan pengadaan alat kesehatan, mungkin ada sekitar depan orang yang kita periksa,” kata Silfanus 17 September 2021 silam.** (Yudha)

Comment