Pengetahuan Hukum, Kajari Kampar Jadi Pemateri di Sekolah

oleh -

BERSERIPOS.COM – Untuk memperkenalkan kepada siswa dan siswi agar lebih memahami hukum dalam kehidupan sehari-hari, Kejaksaan Negeri Kampar mengikuti kegiatan “penyuluhan Hukum” di dua Sekolah di Kabupaten Kampar, Senin (22/11).

Tak tangung tanggung, dalam kegiatan penyuluhan hukum itu langsung dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kampar, Arif Budiman didampingi oleh Kepala Seksi Intelijen Silfanus Rotua Simanullang, SH, beserta jajarannya.

Kedatangan para jaksa disambut oleh Kepala Sekolah dan Guru serta puluhan Siswa-siswi di Sekolah.

Awalnya, tim Kejaksaan Negeri Kampar mengunjungi SMK N I Bangkinang Kota dan dilanjutkan ke SMA N 2 Bangkinang.

Dalam kegiatan itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kampar, Arif Budiman memperkenalkan serta memotivasi kepada siswa dan siswi agar lebih memahami hukum dan dapat diterapkan kehidupan sehari-hari maupun dimasyarakat khususnya di lingkungan sekolah.

“Kita memberikan pemahaman serta pengetahuan sejak dini kepada siswa-siswi, sebab jangan sampai anak-anak sekolah melanggar hukum, termasuk memberikan paparan terkait dengan masalah “Body Shamming dan Bullying,” sebutnya.

Dari pantauan, kehadiran Kajari Kampar juga memperkenalkan peran Kejaksaan di masyarakat serta menjelaskan lebih rinci apa itu Body Shamming & Bullying kepada seluruh siswa yang hadir.

”Semua kita jelaskan, dari bahaya narkoba termasuk gambaran Umum tentang Body Shamming & Bullying, latar Belakang, unsur yang selalu melibatkan Bullying, bentuk-bentuk Bullying, bentuk perilaku Body Shamming, jerat Hukum pada Bullying di sekolah, solusi menyelesaikan masalah serta memberikan arahan bagaimana cara pergaulan yang baik,” papar Arif.

Selain itu, kata Dia, kegiatan itu juga membahas tentang penggunaan media sosial secara bijak dan baik.

Pemahaman itu diberikan agar siswa dan siswi dapat menghindari jeratan hukum, serta dapat memahami bahaya HOAX serta sangsi-sangsi yang akan diterima.

“Kita memberi pemahaman serta pengetahuan sejak dini kepada siswa-siswi, sebab yang jangan sampai anak-anak sekolah melanggar hukum, termasuk masalah penggunaan Media Sosial secara bijak dan memberikan pemahaman apa itu HOAX,” jelas arif memungkasi.** (Yudha).

Comment