Ratusan Rumah Terkubur Abu Vulkanik Erupsi Gunung Semeru

oleh -
Ratusan rumah di Kabupaten Lumajang terkubru abu vulkanik erupsi Gunung Semeru, Minggu (5/12/2021). (Foto: MNP/Avirista Midaada)

BERSERIPOS.COMErupsi Gunung Semeru mengakibatkan ratusan rumah di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang terkubur material vulkanik. Rumah-rumah di wilayah itu tertimbun abu vulkanik hampir 50 persen dengan ketinggian bervariasi.

Dilansir dari inews.id, beberapa warga terlihat kembali ke rumah untuk mengamankan sejumlah harta benda yang masih bisa diselamatkan, Minggu (5/12/2021) siang. Beberapa warga mencari surat-surat berharga, panci, kursi, dan perabotan rumah tangga lainnya.

Seorang warga, Legiyem menuturkan, ada ratusan rumah di sekitar lingkungannya yang tertimbun material erupsi Gunung Semeru. “Ya, kalau 100 rumah lebih di sini tertimbun,” kata Legiyem.

Perempuan berusia 42 tahun ini mengaku belum mendapat bantuan apa pun. Menurut dia, dalam kondisi saat ini kepedulian beberapa pihak sangat dibutuhkan, seperti makanan, selimut, dan pakaian.

Semoga kami segera mendapat bantuan. Kasihan warga sekitar yang terdampak musibah ini,” ucapnya.

Warga lainnya, Ponidin mengaku seluruh harta bendanya habis tak tersisa tersapu erupsi Gunung Semeru. Bahkan hewan ternaknya pun mati terkubur material Gunung Semeru.

“Situasinya sangat berat, harta benda kami habis. Hewan peliharaan kami mati semua,” ungkapnya.

Beruntung, warga di kawasan tersebut selamat semua, karena seluruh warga berhasil mengevakuasi diri ke kawasan aman, yakni di kawasan yang lebih aman di desa setempat.

“Alhamdulillah, kami berhasil melarikan diri, meskipun saat terjadi peristiwa letusan itu kami larinya tidak terarah. Yang penting menjauhi lokasi letusan gunung,” katanya.

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang mengalami erupsi sekitar pukul 15.00 WIB. Awan panas keluar dan mengarah ke Curah Kobokan sejauh 10 – 11 kilometer dari kawah Gunung Semeru.

Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

Akibat erupsi ini 14 orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan ada 41 warga terluka akibat terkena material awan panas dan abu vulkanik Gunung Semeru. Sedangkan masih ada beberapa warga yang dilaporkan dalam pencarian karena diduga hilang. Hingga Minggu sore lebih dari seribu jiwa warga dilaporkan mengungsi di sejumlah titik pengungsian.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: inews.id

Comment