Perkara Narkotika di Kampar Riau Masih Ranking Pertama

oleh -
Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Kampar, Hari Naurianto.

BERSERIPOS.COM – Kejaksaan Negeri (Kampar) mengungkapkan bahwa pihaknya mencatat ada ratusan Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) sepanjangan tahun 2021.

Perkara itu berasal dari Polres Kampar serta sejumlah jajaran di Polsek-Polsek yang ada di wilayah hukum Polres Kampar.

Pihaknya juga mencatat, dari ratusan berkas perkara yang diterima dan itu masih didominasi oleh perkara narkotika dan disusul oleh perkara cabul.

“Ada ratusan berkas yang kita terima disepanjang tahun 2021. Perkara itu didominasi oleh perkara narkotika. Perkara itu masih diperingkat pertama,” ujar Kajari Kampar, Arif Budiman, SH,.MH melalui Kasi Pidum, Hari Naurianto, SH kepada berseripos.com Kamis (9/12).

Pihaknya mencatat, ada sekitar 642 SPDP yang masuk ke Kejaksaan Negeri Kampar, sedangkan jumlah pemberitahuan hasil penyidikan dinyatakan lengkap (P21) berjumlah 571.

“Pada sepanjang tahun 2021 hingga saat ini ada 642 SPDP yang masuk, sedangkan berkas yang sudah dinyatakan lengkap ada 571. Dari sejumlah berkas itu jumlah perkara narkotika sekitar 238 disusul dengan cabul 25 perkara,” beber Hari.

Menurutnya, sejumlah perkara narkotika masih tergolong tinggi pada tahun 2021, untuk itu pihaknya menghimbau agar seluruh elemen dapat bekerjasama dalam pencegahan.

Sekedar informasi, disepanjang tahun 2020 yang lalu, pihak Kejaksaan Negeri Kampar sudah menerima 697 Surat Perintah Dimulainya Penyidikan. SPDP tersebut juga didominasi oleh perkara narkotika.

Dari Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) sepanjang 2020 ada 697 kasus, diantaranya kasus Narkotika dengan status paling tinggi yakni 250 SPDP, disusul dengan anak berhadapan dengan hukum sebanyak 34 SPDP dan anak sebagai korban ada sekitar 40 SPDP, selanjutnya perkara lainnya.** (Yudha)

Comment