Program Kartu Prakerja 2021 Resmi Ditutup Malam Ini

oleh -

BERSERIPOS.COM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan program Kartu Prakerja 2021 akan resmi ditutup pada hari ini, Rabu (15/12) pukul 23.59 WIB. Dengan begitu, pemerintah tidak menerima pendaftaran lagi pada tahun ini.

“Saya ucapkan sampai jumpa di program Prakerja 2022,” ujar Airlangga di acara Penutupan Seri Kartu Prakerja 2021, Rabu (15/12).

Airlangga mengatakan pelaksanaan Kartu Prakerja 2021 mendapat partisipasi dari lebih dari 79 juta pendaftar pada 2020-2021. Namun, jumlah peserta yang diterima cuma 5.509.055 peserta pada 2020 dan 5.931.574 peserta pada 2021.

Khusus tahun ini, jumlah peserta yang sudah menyelesaikan pelatihan ada 5.835.576 peserta. Sementara yang sudah mendapat insentif mencapai 5.716.172 peserta.

Dari segi anggaran, Kartu Prakerja telah menghabiskan dana senilai Rp13,36 triliun pada 2020 dan Rp13,6 triliun pada 2021. Ia mengklaim program Kartu Prakerja menjangkau berbagai peminat di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Lebih lanjut, Kartu Prakerja 2021 menciptakan ekosistem dengan 181 lembaga pelatihan, 663 jumlah pelatihan dengan harga rata-rata Rp472 ribu per pelatihan, dan rata-rata durasi pelatihan online selama 7 jam.

Selain itu, ada 5 mitra pembayaran, 7 platform digital, 3 job portal, dan 8 institusi pendidikan di ekosistem program. Airlangga turut mengklaim bahwa 56 persen dari total peserta program yang sebelumnya mengganggur kini hanya tersisa 37 persen.

Sementara yang bekerja usai menjalankan pelatihan program meningkat dari 49 persen menjadi 62 persen. Kendati begitu, ia mengakui hal ini menunjukkan masih ada peserta program yang menganggur usai mengikuti pelatihan.

“Tapi penyebab pengangguran itu kompleks, ada dari sisi demand dan supply, kita dari Kartu Prakerja ini menyiapkan supply-nya dan tentunya demand-nya kita berharap ada dengan pemulihan ekonomi di 2021 ini,” tuturnya.

Di sisi lain, ia memastikan pemerintah bakal meneruskan program ini pada tahun depan. Saat ini, pemerintah sudah mengalokasikan dana senilai Rp11 triliun dari APBN untuk pelaksanaan program.

Rencananya, Kartu Prakerja 2022 akan dilaksanakan dalam dua skema. Pertama, menggunakan skema bantuan sosial (bansos) seperti pelaksanaan program pada 2020-2021.

Pada skema ini, maka pemerintah memberikan Kartu Prakerja kepada masyarakat dalam rangka pelatihan dan insentif di tengah pandemi covid-19. Dengan skema ini, maka pelatihan dilakukan secara online selama semester I 2022.

Kedua, skema campuran (hybrid) pada semester II 2022. Pemerintah tidak menjadikan Kartu Prakerja sebagai bansos, sehingga pelatihan diberikan secara online dan offline.

“Di skema normal ini berupaya untuk meningkatkan kompetensi melalui pelatihan yang lebih besar dan insentifnya juga didorong untuk pelatihan sejalan dengan critical occupation list,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: cnnindonesia

Comment