Nelayan Bintan Ungkap Awal Temukan Tank Mengapung di Laut, Takut dan Sempat Panik

oleh -
Benda mirip tank yang ditemukan nelayan di Bintan. (Foto: Ary/Batamnews).

BERSERIPOS.COM – Nelayan Bintan, Jay kaget saat melihat sebuah tank dengan meriam tak jauh dari pompongnya. Jaraknya sekitar 300 meter terapung-apung.

Ia akhirnya memberanikan diri mendekat. Melihat tank tersebut lebih tampak seperti barang rongsokan.

“Saya lagi mau cari ikan. Terus ada lihat benda aneh ini terapung dan kaget. Tapi saya coba hampiri,” sebutnya.

Ketika sampai disamping benda itu, dia justri panik dan takut. Melihat penampilan yang tampak seperti kendaraan perang. Namun tidak ada identitas seperti milik TNI dan aparat Indonesia.

Maka dia langsung menghubungi pihak desa. Lalu dia memberanikan diri dengan menariknya sendiri ke daratan.

Lalu dari pihak desa melaporkan temuan ini ke TNI AL. Selanjutnya benda itu ditarik kembali menuju Posmat TNI AL Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.

“Saya sempat narik benda itu, macam nak roboh pompong saya saking besarnya benda ini,” ujarnya.

Sempat diduga tank milik militer asing yang mengapung di perairan Provinsi Kepri dari laut Natuna hingga Bintan, ternyata benda yang menghebohkan media sosial tersebut bukanlah kendaraan tempur asli.

Secara visual benda tersebut mirip kendaraan tempur tank yang sudah berkarat. Hanya saja usai diteliti diduga kuat itu merupakan replika. Namun belum diketahui peruntukannya, apakah objek kamuflase milik asing atau hal lain.

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja Setiawan sudah melihat langsung benda tersebut.

Saat ditemukan nelayan tank replika itu akhirnya ditarik TNI AL dan diamankan di Pos Pengamat (Posmat) TNI AL Kijang, Dermaga Kampung Keke, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Selasa (28/12/2021).

Laksama Dwika mengatakan, bahannya terbuat dari logam dengan ketebalan yang hanya 0,2 cm atau 2 milimeter saja. Untuk di bagian dalamnya tidak ditemukan benda apapun baik perangkat elektronik dan sebagainya. “Di bagian kanan dan kiri benda itu ada styrofoam agar benda itu terapung,” jelasnya.

Benda berbahan logam dengan panjang sekitar 7 meter lebih dengan lebar 3 meter itu diikat di kayu tambatan. Saat ini diberi police line.

Namun dalam waktu dekat dikatakan Dwika akan dibentuk tim khusus untuk melakukan penelitian benda itu.

Dengan tim utamanya dari Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).

“Kita sedang menunggu tim peneliti dari Jakarta. Insyaallah besok sampai dan langsung melakukan penelitiannya,” katanya.

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: batamnews.co.id

 

Comment